• header
  • header
  • alaskapala
  • inkai sman 1 cipari

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 CIPARI | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 CIPARI

NPSN : 11111111

Jl.MT.Haryono 04 Cipari Cilacap Telp.0280-6226190


info@sman1cipari.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 131446
Pengunjung : 39767
Hari ini : 36
Hits hari ini : 126
Member Online : 9
IP : 54.81.197.24
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2017-05-04 09:05:37

    Semat dan semoga sukses selalu buat anak-anak ku kelas XII SMAN 1 Cipari yang telah selesai menempuh pendidikan di SMA. Semoga semuan...
  • DARTO S.Pd (Guru)
    2017-03-20 14:09:03

    Apa yang Anda pikirkan?
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:18:00

    1|2
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:16:10

    1|1
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2016-03-23 12:41:19

    keadilan yang tertunda atau terlupakan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-12-10 08:40:54

    Prepare buat bikin wadah kreatifitas siswa...
  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2015-11-21 17:31:57

    Kebenaran itu akan semakin rumit jika ketakbenaran yang dibenarkan............
  • SALMIZAN S.Pd (Guru)
    2015-11-04 18:35:37

    Apa yang Anda pikirkan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-11-04 12:32:18

    cipari menunggu hujan........

Waktu Berlalu




Waktu pun berlalu

dari raga lemas, jiwanya hampir lepas

terlahirlah aku

lugu, tak satu pun tahu

Dialah Ibu

 

 

Waktu pun berlalu

suara lembut terdengar, mengeja huruf, kata  dan makna

kenalkan  adab dan  bahasa, sampai  tak tersisa

kaki kacilinya kemana, aku selalu dibawa

Dialah Ibu

 

 

Waktu pun berlalu

garis wajah nyata termakan usia

letih ringkih, tanda senja jelas terbaca

putih rambut bagai tipis kabut, karena beban tak pernah berujung rampung

tulang luluh merapuh

pandangnya sayu

semuanya untukku

 

 

Waktu pun berlalu

Dialah Ibu

Sampai saatnya terbujur kaku

tak mampu aku membalasmu

Hanya seuntai doa

Semoga kau beroleh surga

 

 

 

Sidareja, 7 September 2017




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : mr bebe -  [bamb.sty@gmail.com]  Tanggal : 11/09/2017
Kata orang bijak... satu pelukan dikala ibu masih hidup..
Lebih berarti daripada seribu pelukan di batu nisannnya...............


   Kembali ke Atas