• header
  • header
  • alaskapala
  • inkai sman 1 cipari

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 CIPARI | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 CIPARI

NPSN : 11111111

Jl.MT.Haryono 04 Cipari Cilacap Telp.0280-6226190


info@sman1cipari.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 110493
Pengunjung : 32518
Hari ini : 33
Hits hari ini : 132
Member Online : 9
IP : 54.221.73.186
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2017-05-04 09:05:37

    Semat dan semoga sukses selalu buat anak-anak ku kelas XII SMAN 1 Cipari yang telah selesai menempuh pendidikan di SMA. Semoga semuan...
  • DARTO S.Pd (Guru)
    2017-03-20 14:09:03

    Apa yang Anda pikirkan?
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:18:00

    1|2
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:16:10

    1|1
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2016-03-23 12:41:19

    keadilan yang tertunda atau terlupakan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-12-10 08:40:54

    Prepare buat bikin wadah kreatifitas siswa...
  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2015-11-21 17:31:57

    Kebenaran itu akan semakin rumit jika ketakbenaran yang dibenarkan............
  • SALMIZAN S.Pd (Guru)
    2015-11-04 18:35:37

    Apa yang Anda pikirkan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-11-04 12:32:18

    cipari menunggu hujan........

Agar Tidak Asing di Rumah Sendiri




Betapa pun sederhananya, seseorang  akan  bertempat  tinggal di sebuah rumah, bisa rumah sendiri, kontrakan, atau yang lainnya. Rumah  menjadi tempat yang paling banyak  untuk beraktivitas  atau istirahat seseorang. Karena itulah, setiap penghuni  seharusnya paham betul secara detail seluk-beluk rumah  yanng ditempatinya.

 

 

Indonesia adalah rumah besar bangsa ini. Di Indonesia kita dilahirkan, kecil dan dibesarkan. Beraktivitas mencari penghidupan tak berkesudahan.  Bahkan, Ismail Marzuki dalam lagu Indonesia Pusaka menyebutkan:

...

Di sana tempat lahir beta

Dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung di hari tua

Tempat akhir menutup mata

...

 

Seharusnya, kita paham benar dengan rumah kita yang subur dan nyaman, Indonesia tercinta. Paham dengan segala peristiwa sejarah, paham dengan asal-usul dan kemauan nenek moyang. Kita juga harus paham  bahwa di hamparan  tanahnya tanaman apa saja bisa tumbuh subur, di perut buminya tersimpan kekayaan melimpah yang karena itulah pihak asing banyak yang ngiler ingin menguasainya.

 

 

Namun,  justru tidak sedikit masyarakat kita yang “memahami sesuatu” hanya klaim semata. Buktinya, ada pihak tertentu yang membenturkan  antara Islam dengan kebinekaan. Seakan orang-orang yang merindukan tegaknya nilai-nilai Islam membahayakan keutuhan bangsa. Padahal, seorang pengamal Islam tidak akan mengabaikan perbedaan apalagi mengancam kebinekaan. Sederet nama tokoh Islam yang memiliki sumbangsih kemerdekaan  Indonesia telah membuktikan mau berbagi rasa. Karena itulah lahir Pancasila.

 

 

Ada tradisi indah dalam masyarakat Indonesia, penghuninya senang berkorban.  Kemerdekaan ada karena pengorbanan. Filosofi orang yang senang berkorban, tidak akan merugikan orang lain, tidak akan memperlihatkan apalagi mengiklankan jerih payah pengorbannya. Jiwa berkorban juga tidak akan “membeli” murah orang agar  mendukung atau bersimpati terhadap perjuangannya. Karena itu, pelaku korupsi, bagi-bagi sembako saat pilkada atau pemilu, intimidasi terhadap yang tidak mendukung, adalah contoh sikap bahwa yang bersangkutan asing dengan rumah sendiri, tidak paham dengan kultur luhur  Indonesia.

 

 

Para pahlawan adalah sepaham-paham generasi terhadap Indonesia. Perjuangan mereka terbukti tidak berorientasi pencitraan. Mereka sibuk dengan diskusi mengatur siasat agar kemerdekaan lebih cepat terwujud. Energi terbatas yang mereka miliki digunakan untuk menghormati orang lain, menyayangi teman, dan memuliakan ulama. Lihat saja, bukankah pertempuran 10 November 1945 oleh arek-arek Surabaya terilhami oleh  spirit Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dimotori oleh ulama?

 

Agar kita tidak asing di rumah sendiri, kenalilah dengan cermat seluk-beluk seisi rumah. Agar kita tidak asing di negeri Indonesia, kenalilah dengan seluruh indra segala yang ada di dalamnya. Karena ukuran kenal, tidak sekadar trampil bercakap kata, namun indahnya pelaksanaan lebih dinanti banyak orang.

 

 

Sidareja, 18 September 2017




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : Bambang Setiawan -  [bamb,sty@gmail.com]  Tanggal : 08/10/2017
sebuah pembelajaran yang sangat penting bagi kita agar rumah menjadi tempat yang nyaman untuk berkomunikasi dengan keluarga dan Tuhan yang maha esa.......


   Kembali ke Atas