• header
  • header
  • alaskapala
  • inkai sman 1 cipari

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 CIPARI | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 CIPARI

NPSN : 11111111

Jl.MT.Haryono 04 Cipari Cilacap Telp.0280-6226190


info@sman1cipari.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 110498
Pengunjung : 32518
Hari ini : 33
Hits hari ini : 137
Member Online : 9
IP : 54.221.73.186
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2017-05-04 09:05:37

    Semat dan semoga sukses selalu buat anak-anak ku kelas XII SMAN 1 Cipari yang telah selesai menempuh pendidikan di SMA. Semoga semuan...
  • DARTO S.Pd (Guru)
    2017-03-20 14:09:03

    Apa yang Anda pikirkan?
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:18:00

    1|2
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:16:10

    1|1
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2016-03-23 12:41:19

    keadilan yang tertunda atau terlupakan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-12-10 08:40:54

    Prepare buat bikin wadah kreatifitas siswa...
  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2015-11-21 17:31:57

    Kebenaran itu akan semakin rumit jika ketakbenaran yang dibenarkan............
  • SALMIZAN S.Pd (Guru)
    2015-11-04 18:35:37

    Apa yang Anda pikirkan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-11-04 12:32:18

    cipari menunggu hujan........

Ukuran Kebenaran




Kalau ukuran kebaikan dan kebenaran  adalah pertimbangan orang-perorang semata, dalam banyak hal akan menimbulkan kegaduhan dan benturan. Akal atau pikiran seseorang, sejernih apapun, di samping tak sempurna juga tidak bisa benar-benar merdeka dari tarik-menarik kepentingan dan nafsu yang mengitarinya. Maka, Islam hadir  untuk meminimalkan bahkan meniadakan kegaduhan dan benturan.

 

Lihat saja, bagaimana orang mengabadikan peristiwa di masa lampau dalam bentuk teks sejarah. Misalnya, peristiwa aksi biadab PKI di Indonesia antara tahun 1948 sampai 1965. Melalui keterbatasan pikir, ternyata pihak-pihak  tertentu menghadirkan kembali peristiwa kelam tersebut menjadi banyak versi. Celakanya, biang kerok  huru-hara, yaitu  PKI, bahkan diposisikan sebagai korban. Sungguh, sepintar apapun seseorang, pikiran dan ide-idenya berpotensi besar terdikte oleh banyak kepentingan yang melingkupinya. Maka, Islam lahir untuk menjernihkan setiap persoalan.

 

Andai  setiap orang mengedepankan sikap rendah hati, memiliki kesadaran penuh akan keterbatasan cara pandang, cara pikir, dan cara bersikap, maka ia akan selalu melibatkan kebenaran hakiki (Islam) untuk merancang dan menyelesaikan persoalan.  Dengan begitu, sebagai apapun seseorang, akan bisa beride dan bersikap wajar, jauh dari kepentingan yang berpotensi merugikan banyak pihak.

 

Bukti yang sederhana dapat kita rasakan, bagaimana benturan-benturan sosial dan politik dari skala  kecil sampai yang menggemparkan sering terjadi. Pola pikir dan pola perilaku kasar mewarnai konflik kepentingan. Kalau seorganisasi, sekelompok, dan separtai, maka akan dibela mati-matian, meski kesalahannya menganga dan terbaca oleh banyak orang. Dan, kalau tidak seorganisasi, tidak sekelompok, dan tidak separtai maka akan diserang habis, meski kebenarannya seputih salju dan terekam jelas. Maka, Islam hadir untuk memimbing agar orang  bisa menilai yang benar dikatakan benar, meski ia tidak seorganisasi. Pun, Islam hadir  untuk memimbing agar orang  bisa menilai yang salah dikatakan salah, meski ia seorganisasi.

 

 

Teruslah berpikir dan berkarya, namun berilah porsi pada kebenaran agama.  Dengannya, kebaikan dan persatuan akan terjaga. Indonesia, negeri dicinta banyak orang dan dirindu untuk bersatu. Semoga Allah selalu berkenan menjagamu.

 

 

Indonesia-ku...

Dari kampung yang jauh aku tetap mencintaimu.

 

Sidareja, 8 Oktober 2017




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : Bambang Setiawan -  [bamb,sty@gmail.com]  Tanggal : 08/10/2017
Kerendahan hati itu sekarang mulai memudar... dan kesombonganlah yang semakin berkuasa......... hmmmmm semoga kita termasuk orang-orang yang tetap bisa menjaga kebaikan dan kebenaran... aamiin


   Kembali ke Atas