• header
  • header
  • alaskapala
  • inkai sman 1 cipari

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 CIPARI | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 CIPARI

NPSN : 20300596

Jl.MT.Haryono 04 Cipari Cilacap Telp.0280-6226190


info@sman1cipari.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 249256
Pengunjung : 63673
Hari ini : 29
Hits hari ini : 95
Member Online : 9
IP : 34.236.38.146
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2017-05-04 09:05:37

    Semat dan semoga sukses selalu buat anak-anak ku kelas XII SMAN 1 Cipari yang telah selesai menempuh pendidikan di SMA. Semoga semuan...
  • DARTO S.Pd (Guru)
    2017-03-20 14:09:03

    Apa yang Anda pikirkan?
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:18:00

    1|2
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:16:10

    1|1
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2016-03-23 12:41:19

    keadilan yang tertunda atau terlupakan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-12-10 08:40:54

    Prepare buat bikin wadah kreatifitas siswa...
  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2015-11-21 17:31:57

    Kebenaran itu akan semakin rumit jika ketakbenaran yang dibenarkan............
  • SALMIZAN S.Pd (Guru)
    2015-11-04 18:35:37

    Apa yang Anda pikirkan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-11-04 12:32:18

    cipari menunggu hujan........

Bahagia Itu Adalah .....




Kalau bahagia itu hanya ada di rumah-rumah mewah, lalu bagaimana nasib orang yang hidup di rumah-rumah sederhana?

Bukankah di rumah megah bisa ada air mata, bisa ada kata-kata makian sesama anggota keluarga, bisa juga ada perceraian penghuninya.Ternyata, senyum dan tawa bisa hadir di rumah mewah. Senyum dan tawa juga bisa menghiasi rumah-rumah sederhana. Air mata kesedihan pun bisa tumpah di mana saja, di hunian mewah dan gubuk sederhana.

Jika bahagia hanya tersebab dari tingginya jabatan atau besarnya pendapatan seseorang, lalu bagaimana bertahun-tahun (maaf) para pekerja kasar, kuli bangunan, dan para pemulung menghimpun rasa?

Cermatilah dengan kerendahan hati pada kehidupan mereka. Saat-saat para pekerja bangunan dan pemulung bersendau gurau melepas riang sesama mereka. Saat mereka pulang membawa beberapa lembar uang receh hasil jerih payah dan menyerahkan kepada istrinya. Ucapan terima kasih sang istri yang terbungkus senyum lugunya. Saat istri menyambut kepulangan suami dengan lembut kata, meski hanya terhidang menu sederhana. Bukankah itu bahagia?

Bahagia juga bisa menjadi milik orang yang belum bisa memenangkan kompetisi dalam kehidupan. 
Maski tidak tampil sebagai juara, para pemain dan pelatih dari sebuah tim sepak bola akan berangsur bahagia jika mereka bermain sprortif, tidak curang, dan tidak mempengaruhi netralitas wasit.

Calon kades dan bahkan pasangan capres dan cawapresnya yang didukungnya tidak terpilih, bisa jadi ia tetap bahagia. Meski awalnya kecewa, namun tak lama akan berubah menjadi kenyamanan jiwanya. Ini terjadi jika upaya mengantarkan calon pemimpin diyakininya sebagai bentuk perjuangan agar terwujud keadilan dan kemakmuran.

Kalau bahagia hanya milik mereka yang menikmati kemenangan, lalu bagaimana nasib para pejuang dan pahlawan yang bertempur jauh hari sebelum kita merdeka tahun1945. 
Tidak terbilang pejuang kita yang melakukan perlawanan sejak penjajah bercokol di negeri ini. Bukankah mereka bahagia karena telah menjadi bagian dari berdirinya NKRI, meski mereka tak sempat menikmati?

Bahagia adalah bagaimana kita bisa memaknai dari setiap yang kita miliki. Dan, utamanya adalah menghadirkan syukur pada Illahi Robbi.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas