• header
  • header
  • alaskapala
  • inkai sman 1 cipari

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 CIPARI | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 CIPARI

NPSN : 20300596

Jl.MT.Haryono 04 Cipari Cilacap Telp.0280-6226190


info@sman1cipari.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 947913
Pengunjung : 349652
Hari ini : 141
Hits hari ini : 394
Member Online : 9
IP : 216.73.217.35
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

  • DARTO S.Pd (Guru)
    2020-03-30 07:26:15

    TERMOMETER OPTIK Termometer optik adalah alat pengukur suhu yang memanfaatkan sinar inframerah yang dipancarkan oleh benda. Jika suhu benda menin...
  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2017-05-04 09:05:37

    Semat dan semoga sukses selalu buat anak-anak ku kelas XII SMAN 1 Cipari yang telah selesai menempuh pendidikan di SMA. Semoga semuan...
  • DARTO S.Pd (Guru)
    2017-03-20 14:09:03

    Apa yang Anda pikirkan?
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:18:00

    1|2
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:16:10

    1|1
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2016-03-23 12:41:19

    keadilan yang tertunda atau terlupakan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-12-10 08:40:54

    Prepare buat bikin wadah kreatifitas siswa...
  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2015-11-21 17:31:57

    Kebenaran itu akan semakin rumit jika ketakbenaran yang dibenarkan............
  • SALMIZAN S.Pd (Guru)
    2015-11-04 18:35:37

    Apa yang Anda pikirkan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-11-04 12:32:18

    cipari menunggu hujan........

Berawal dari Menulis




Bagi kebanyakan orang , mendengar kata menulis,  akan mengingatkan pada suatu kegiatan yang ribed dan tidak menyenangkan. Padahal, kegiatan menulis yang kita maksud adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain  melalui bahasa tulis. Kegiatan menulis kita sederhanakan seperti  kegiatan   membaca, berbicara,  mendengar, dan bahkan kegiatan sehari-hari seperti memasak.

Hasil kegiatan menulis pun jangan terlampau ditarget pada jenis tulisan yang terlampau “menakutkan”, misalnya jenis penelitian, buku, dan novel. Jenis tulisan yang disebutkan tadi merupakan produk dari para penulis yang relatif sudah berpengalaman. Untuk merangsang dan membudayakan menulis dikalangan masyarakat, terutama pelajar, kita sederhanakan pada jenis tulisan yang merupakan curahan isi hati atau pengalaman hidup sehari-hari. Misalnya, bentuk ringkasan dari hasil membaca sebuah buku, beberapa baris puisi yang berisi cita-cita, atau satu halaman tulisan yang menyajikan resep membuat masakan khas daerah tertentu.

Kebiasaan menulis  –sesederhana apapun hasil tulisan tersebut- akan merangsang dan memaksa meningkatkan keterampilan berbahasa yang lain, seperti mendengar, berbicara, dan membaca.

1        Menulis Memaksimalkan Keterampilan Mendengar

Orang yang sudah terbiasa menulis akan sangat menghargai setiap informasi, termasuk informasi yang berasal dari yang didengar. Bahkan, bagi orang tertentu, selalu membawa catatan pada saat mengikuti sebuah acara agar ia dapat mencatat informasi yang bermanfaat. Rasanya, tidak ada informasi penting yang terlewat karena selalu disimak atau didengarnya dengan baik. Pada kegiatan menyimak atau mendengar di sebuah acara –misalnya acara rapat- setiap peserta memiliki kesempatan yang sama, sumber informasi yang sama. Namun, hanya peserta yang berkonsentrasi penuh  yang mampu mengambil banyak informasi dari kegiatan tersebut, dan itu dimiliki oleh orang yang sudah terbiasa mengungkapkan gagasan dalam bentuk tulisan.

2        Menulis Meningkatkan Keterampilan Membaca

Ada kalimat nsihat yang sering kita dengar dalam kehidupan bermasyarakat, “Seseorang memberi karena memiliki”. Tidaklah bijak seseorang  memberi nasihat kepada orang lain sementara dirinya jauh dari kehidupan moral yang terpuji. Guru bisa mengajarkan pengetahuan kepada murid-muridnya karena ia menguasai ilmu. Demikian juga, seorang penulis akan semakin produktif  karena penulis selalu mengisi hari-harinya dengan banyak membaca. Satu atau dua halaman tulisan yang kita siapkan seperti ini, sesungguhnya merupakan tumpahan pengalaman membaca dari banyak halaman. 

Kegiatan membaca merupakan “cara paksa” agar seseorang sering memanfaatkan otaknya untuk berpikir secara maksimal.  Untuk memahami jalan cerita sebuah  film (video) tidak dibutuhkan konsentrasi 100 persen, seseorang dapat bercerita detail tentang cerita film tersebut. Namum berbeda dengan kegiatan membaca, butuh konsentrasi tinggi agar pembaca mampu menangkap pesan yang terkandung dalam teks. Tradisi memanfaatkan otak secara maksimal (konsentrasi tinggi) telah terbiasa dilakukan oleh orang-orang yang mau menggoreskan pena, menghasilkan tulisan, meskipun itu hanya berupa catatn kecil atau sekedar meringkas isi bacaan. Terlebih bagi seseorang yang sudah terkatagori sebagai penulis profesional, tentu telah terlatih untuk berkonsentrasi dan memikirkan konsep-konsep yang jauh lebih rumit.

 

3        Menulis Melejitkan  Keterampilan Berbicara

Karakter bahasa tulis adalah sistematis. Hal ini harus dimengerti karena apa yang ditulis oleh seorang penulis adalah hasil seleksi terhadap apa-apa yang ia pikirkan. Tidak setiap lintasan-lintasan pikiran yang ada di otak seseorang kemudian digoreskan dalam bentuk tulisan. Karena seorang penulis harus memilih, memilah, dan memutuskan ide atau gagasan yang hendak ditulis, proses membiasakan berpikir sistematis dan logis selalu terjaga.

Keterampilan berbicara –terutama dalam forum resmi, seperti pidato, ceramah, atau berpendapat dalam acara rapat- adalah hanya persoalan mengubah media penyampai pesan, dari bahasa tulis ke bahasa lisan. Seseorang yang sudah terbiasa mencurahkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan akan terhindar dari kebiasaan atau gaya berbicara yang tidak sistematis apalagi tidak logis. Penyampai pesan secara lisan yang lancar, sistematis, logis merupakan salah satu indikator pembicara yang baik. Ini pun dapat dilakukan oleh orang-orang yang sudah terbiasa menulis.

Budaya menulis akan meningkatkan  kualitas hidup seseorang, terutama pada keterampilan mendengar, membaca, dan berbicara. Tentu banyak aspek –misalnya intelektual seseorang- dapat turut serta  meningkat jika  menulis sudah menjadi budaya masyarakat kita. Bukankah taraf hidup seseorang lebih banyak diantar oleh intelektual?

 

* Penulis adalah  Guru SMAN 1 Cipari, Cilacap




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas