• header
  • header
  • alaskapala
  • inkai sman 1 cipari

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 1 CIPARI | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 CIPARI

NPSN : 20300596

Jl.MT.Haryono 04 Cipari Cilacap Telp.0280-6226190


info@sman1cipari.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 947939
Pengunjung : 349653
Hari ini : 142
Hits hari ini : 420
Member Online : 9
IP : 216.73.217.35
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

  • DARTO S.Pd (Guru)
    2020-03-30 07:26:15

    TERMOMETER OPTIK Termometer optik adalah alat pengukur suhu yang memanfaatkan sinar inframerah yang dipancarkan oleh benda. Jika suhu benda menin...
  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2017-05-04 09:05:37

    Semat dan semoga sukses selalu buat anak-anak ku kelas XII SMAN 1 Cipari yang telah selesai menempuh pendidikan di SMA. Semoga semuan...
  • DARTO S.Pd (Guru)
    2017-03-20 14:09:03

    Apa yang Anda pikirkan?
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:18:00

    1|2
  • JUMI ANAWATI S.Psi (Guru)
    2016-09-01 15:16:10

    1|1
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2016-03-23 12:41:19

    keadilan yang tertunda atau terlupakan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-12-10 08:40:54

    Prepare buat bikin wadah kreatifitas siswa...
  • Drs BAMBANG SETIAWAN MM (Guru)
    2015-11-21 17:31:57

    Kebenaran itu akan semakin rumit jika ketakbenaran yang dibenarkan............
  • SALMIZAN S.Pd (Guru)
    2015-11-04 18:35:37

    Apa yang Anda pikirkan?
  • HARDIYANTO TRI KUSWINARNO S.P (Guru)
    2015-11-04 12:32:18

    cipari menunggu hujan........

Sikap Yang Harus Kita Miliki Ketika Kita Sakit




Tiga hari sudah ketika rasa sakit itu datang, mulai ketika rasa megap-megap seperti ikan di daratan, sampai tubuh tergetar laksana dilewati ribuan volt listrik. Kini badai itu mulai terasa berlalu. Rasa yang tadinya begitu menyiksa lambat laun mulai menghilang. Alhamdulillah selama sakit, semua sholat yang selama ini biasa dilakukan tetap bisa terjalankan baik wajib maupun sunah. Walaupun dengan posisi yang mungkin kurang sempurna. Banyak hal yang bisa diperoleh saat kita terbaring sakit jika kita mau memperhatikannya. Beberapa hal yang bisa kita pelajari dan kita lakukan dan harus kita miliki saat kita tergeletak sakit itu diantaranya adalah :

1. Berdoa kepada Allah agar memberikan kesembuhan, kesembuhan yang tidak menyisakan sedikit pun penyakit, serta menyempurnakan kesehatan kita selamanya.

2. Hendaklah berprasangka baik kepada Allah. Luruskan akidah dengan menyadari bahwa ujian yang menimpa ini datang dari Allah yang Maha Pengasih, yang mengasihi melebihi kasih sayang ibu, bahkan melebihi kasih sayang manusia kepada diri sendiri. Allah Maha Suci, Dialah yang menguji manusia, dan ujian itu merupakan kasih sayang-Nya kepada hambanya. Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda: “Allah tidak menguji hamba-Nya yang beriman, menyangkut dirinya, hartanya, atau anaknya, kecuali untuk salah satu dari dua tujuan, yakni mungkin mempunyai dosa yang tidak bisa diampunkan kecuali dengan ujian ini atau ia akan memperoleh derajat di sisi Allah yang tidak bisa dicapainya kecuali dengan ujian ini.

Prasangka baik kepada Allah berarti menyadari bahwa musibah yang menimpa itu merupakan kebaikan bagi manusia itu sendiri, dan itu pasti, akan tetapi banyak orang yang tidak mengetahuinya. Allah berfirman: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 216).

3. Tidak disibukkan dengan ujian dan cobaan itu, sehingga melupakan “yang memberi ujian dan cobaan”, yaitu Allah Swt. Banyak orang sakit yang sibuk dengan ujian yang dihadapinya, semua pemikiran mereka terfokus pada mencari dokter, pergi ke laboratorium, melakukan terapi tubuh, dan berbagai terapi modern lainnya, dan seterusnya, tetapi lupa kepada Tuhannya. Padahal sepatutnya, manusia justru lebih dekat kepada Rabbnya pada saat sakit. Akan lebih bermanfaat dan lebih memberikan harapan jika pada saat sakit kita mengadu sepenuh hati kepada Rabbnya sambil berusaha mencari obat.

4. Lebih baik kita  berpikir tentang hikmah Illahi dari musibah yang menimpa itu. Allah Maha Bijaksana, ketetapan dan takdir-Nya tidak lepas dari hikmah itu.

5. Meyakini bahwa berobat hanyalah merupakan satu sebab. Sedangkan suatu sebab tidak bisa memberikan efek apapun kecuali dengan izin Allah. Rasulullah Saw bersabda: “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat mengenai penyakit, maka ia akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR Muslim). “Allah tidak menurunkan penyakit kecuali ada penangkalnya, penangkal itu ada yang diketahui dan ada pula yang tidak mengetahuinya.” (HR Al-Hakim).

Karena itu, salah satu doa Nabi Saw adalah: “Ya Allah, Engkau adalah Asy-Syafi (Maha Menyembuhkan), tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu.”

6. Kita harus yakin bahwa yang memberikan kesembuhan adalah Allah, bukan dokter atau obat. Penyembuh itu Allah, karena itu hendaklah hati kita tergantung kepada Allah saja, bukan kepada sebab-sebab kesembuhan.

 

Insya Allah kita akan mencapai kedamaian hati dan segera pula kesembuhan itu datang. Semoga kesabaran selalu dilekaatkan dalam jiwa kita. Aamiin.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas